[ad_1]
Merawat kendaraan jadi kewajiban semua pemilik mobil, salah satunya merawat komponen power steering. Jika lalai, biaya service power steering ternyata cukup menguras isi kantong.
Oleh karena itu, sebaiknya kamu melakukan perawatan dengan benar. Dengan begitu bisa lebih menghemat pengeluaran untuk komponen yang satu ini.
Seperti diketahui, power steering ditawarkan dalam dua tipe yakni electric power steering (EPS) dan power steering hidrolik. Meski kedua tipe power steering berbeda, namun sebagian besar cara kerjanya serupa.
Pembeda antara power steering elektrik dan hidrolik. EPS bekerja menggunakan motor yang digerakkan oleh listrik. Sementara untuk power steering hidrolik, untuk bergerak menggunakan fluid atau cairan.

Pada mobil-mobil terbaru, umumnya kini sudah menggunakan dengan power steering elektrik. Contohnya seperti yang digunakan pada Toyota Yaris, Honda Jazz, Suzuki Karimun Wagon R, dan masih banyak lagi.
Sementara untuk power steering hidrolik, cukup banyak digunakan pada produk mobil-mobil keluaran lawas. Sejumlah produk yang menggunakan power steering hidrolik yang bekerja menggunakan tekanan fluid meliputi Isuzu Panther, Toyota Kijang, dan beberapa kendaraan jenis truk.
Meski terkesan jadul, namun power steering hidrolik tak kalah dengan power steering tipe elektrik, Sob!
Lalu berapa biaya service power steering dari masing-masing tipe tersebut? Simak ulasannya ini sampai habis:
Menakar Kerusakan dan Biaya Service Power Steering
Membahas mengenai biaya service power steering, tentunya masing-masing tipe punya banderol yang berbeda-beda untuk biaya perawatannya. Biaya service power steering hidrolik cenderung lebih murah, dibandingkan dengan power steering elektrik.
Kedua tipe power steering tersebut sejatinya membutuhkan pengecekan dan perawatan secara rutin. Tujuannya untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan ketika berkendara.
Power steering hidrolik, rentan bermasalah jika pemakaian setir dilakukan secara tidak wajar. Kesalahan paling umum adalah posisi ban depan yang sedikit membelok saat parkir.
Biasanya mobil yang menggunakan power steering rack and pinion. Posisi ban depan membelok saat parkir dapat membuat karet as rack steer robek.
Bila hal ini terjadi, biasanya kotoran mungkin masuk ke sistem power steering. Dampaknya bisa membuat power steering jadi tidak berfungsi secara sempurna.
Selain itu, jangan sampai telat mengganti atau mengisi jika oli power steering berkurang. Karena jika segera diganti atau ditambah power steering akan cenderung cepat rusak.
Penggantian oli power steering sebaiknya dilakukan tiap 25.000 km, meski tidak ada gejala kerusakan. Untuk biaya service power steering hidrolik, seperti ganti sil biasanya membutuhkan waktu 3 jam dengan biaya Rp 150 ribu hingga Rp 450 ribu.
Nah, bila terjadi kerusakan pada as power steering, maka akan memakan biaya hingga Rp 2 jutaan. Lumayan banget ya, Sob! Oleh karena itu, sebaiknya kalian rutin melakukan perawatan.
Tips Merawat Power Steering
Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai biaya service power steering untuk semua tipe mobil, entah itu power steering hidrolik ataupun elektrik. Nah, supaya salah satu komponen sistem kendaraan tersebut bisa awet dan tahan lama, ada baiknya ikuti beberapa tips atau cara perawatannya di bawah ini.
- Hindari jalan rusak atau berlubang.
- Hindari jalanan banjir.
- Selalu ingat usia pemakaian power steering.
- Sebaiknya pemakaian jangan melebihi 100.000 km.
- Hindari ban berbelok saat parkir.
- Putarlah kemudi dalam kecepatan sedang.
- Hindari memutar setir penuh dalam waktu lama.
Biaya Service Power Steering Elektrik
Berbeda dengan power steering hidrolik, biaya service power steering elektrik cenderung lebih besar. Seperti diketahui mobil-mobil terbaru saat ini sudah menggunakan power steering elektrik.
Seiring dengan pemakaian kendaraan, biasanya komponen EPS kerap rusak terlebih bila tidak dilakukan perawatan dengan baik. Gejala kerusakan pada power steering elektrik bisa dirasakan dari putaran setir mobil yang cenderung berat.
Power steering yang rusak juga bisa dirasakan dari munculnya bunyi aneh di sekitar roda depan, ketika setir dibelokkan. Hal ini akan sangat terasa ketika kalian berputar di jalan, bila gejala ini sudah kalian rasakan, segeralah lakukan perbaikan.
Masalah yang biasa muncul pada power steering elektrik, umumnya disebabkan rack & pinion yang aus yang menyebabkan seperti besi beradu. Untuk biaya perawatannya pun cukup beragam, yang dibedakan berdasarkan jenis mobilnya.
Cukup berbeda dengan power steering hidrolik, besaran biaya service power steering tipe elektrik akan jauh lebih besar. Untuk mobil tipe sedan, umumnya bengkel resmi ataupun umum akan mematok ongkos jasa service mulai dari Rp 850.000 hingga Rp 1.100.000 dan mobil tipe MPV seperti Toyota Avanza serta Nissan Livina akan dikenai biaya sekitar Rp 950.000 hingga Rp 1.200.000.
Sedangkan untuk mobil tipe SUV dan model-model lainnya, biasanya pada bengkel mematok biaya service power steering elektrik lebih tinggi. Dimana besaran biaya perbaikan tersebut nantinya ditentukan berdasarkan jenis kerusakannya. Namun, jika power steering sudah mengalami kerusakan fatal, maka saran kami sebaiknya ganti dengan yang baru.
Apabila power steering sudah mengalami kerusakan yang fatal. Maka sebaiknya kalian segera melakukan penggantian unit power steering yang baru.
Untuk itu, alangkah baiknya kalian melakukan servis secara rutin. Supaya bujet yang kamu keluarkan tidak terlalu besar.
Demikian kami sampaikan informasi tentang Biaya Service Power Steering Elektrik, semoga bermanfaat.
Artikel Menarik lainya Untuk Anda :
[ad_2]
